Tim Mija “Samudra Meutuah” Menjadi Pemenang Footbridge Design Competition 2021

Acara kompetisi Jembatan Pejalan Kaki yang diselenggarakan oleh Universitas Samudra yang bekerja sama dengan Fakultas Teknik berjalan lancar dan sukses. Enam tim yang menjadi finalis telah menyelesaikan program nya dengan baik. Kompetisi Desain Jembatan Pejalan Kaki ini awalnya diikuti oleh 11 tim, namun setelah dilakukan seleksi tahap pertama maka tersisa 6 tim.

Keenam tim yakni Tim Setuve jembatan Rencong Bije Ilme (Rebile), Tim Mija nama jembatan Samudra Meutuah , Tim Socratic nama jembatan Green Bridge.Lalu, Tim Skeletons nama jembatan Jeumpa Bridge, Tim Karsani Family nama Jembatan Pejalan Kaki Gelagar Tipe I, Tim Nirvana nama jembatan Nirvana Bridge. 

Para juri dalam ajang kompetisi desain jembatan pejalan kaki ini terdiri dari ketua Bapak Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng, IPU (Dekan Fakuktas Teknik Universitas Syiah Kuala) dan juga merupakan Ketua Umum PII (Persatuan Insinyur Indonesia), anggota juri 1 dari unsur dinas teknis Bapak Syamsul Bahri, ST  M.Si Kabid Bina Marga Dinas PUPR Langsa, anggota juri 2 dari akademisi Unsam Bapak Meilandy Purwandito, S.T, M.T, dan yang terakhir anggota juri 3 dari unsur umum, Zubair, S.T.

Setelah dilakukan hasil penjurian oleh dewan juri, maka ditetapkanlah pemenang pada Kompetisi ini yaitu Tim Mija dengan nama Jembatan Samudra Meutuah, disusul Tim Setuve dengan nama jembatan Rebile sebagai Juara 2 kemudian Juara 3 jatuh kepada Tim Nirvana dengan Nama Jembatan Nirvana Bridge.

Selain itu ada juga Juara Harapan I jatuh kepada Tim Socratic dengan nama jembatan Green Bridge, Harapan 2 Tim Skeletons dengan nama jembatan Jeumpa Bridge dan Harapan 3 Tim Karsani Family dengan nama Jembatan Pejalan Kaki Gelagar Tipe I.

Tim Mija yang beranggotakan Danil Rahmad Priatna, T. Chairumansyah, Chayril, Asmarini dan Alnanda Hafiez Lagalgarin merupakan mahasiswa Prodi Teknik Sipil angkatan 2019. Tim Mija memenangkan kompetisi ini dengan keputusan dewan juri sesuai dengan penilaian. Ada 6 penilaian pada desain jembatan ini, pertama Kokoh, yaitu kemampuan Jembatan dalam memikul beban (dapat ditunjukkan dengan hasil perhitungan analisis struktur). Kedua, Estetik, yaitu jembatan memiliki desain yang estetik dan menarik.

Ketiga, Inovatif, yaitu orisinalitas desain-desain jembatan berpotensi menjadi ikon bangunan di Universitas Samudra.

Keempat, Wawasan Nasional, yaitu konsep jembatan yang ditawarkan berwawasan nasional.

Kelima, Simulasi Pelaksanakan Pekerjaan/ Maket, yaitu tingkat pemahaman peserta dalam melaksanakan tahapan pekerjaan, penggunaan Atribut/Alat Pelindung Diri (APD) dan Keselamatan dan Kesehatan Konstruksi (K3), serta kerapihan maket/model jembatan.

Keenam, Kemungkinan Pelaksanaan Pembangunan Jembatan, yaitu tingkat kemudahan pembangunan jembatan, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

Adapun kepada masing-masing pemenang diberikan hadiah berupa uang tunai, sertifikat serta piagam penghargaan dari Kampus Universitas Samudra.

Kegiatan Footbridge Design Competition Unsam 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *